My Family

Hidup ini tak akan bisa penuh arti tanpa mereka, keluargaku entah dimanapun berada selalu ada dalam hatiku yang paling dalam. Semoga aku dapat menjadi anak yang shaleh dan dapat membahagiakan mereka semua... Amin....

My Future

Terkadang hidup kita tidak dapat sesuai dengan jalan keinginan.... Itulah kenyataan, entah engkau menginginkannya atau tidak, itulah hidupmu. Terus jalani, hingga kau capai esok yang cerah

Access.Net Laboratory 2010/2011

Ini adalah keluarga saya di bandung, sudah banyak asam, manias pahit terlewati... Berkat merekalah, hari-hariku di Bandung selama menempuh studi di IT Telkom terasa lebih berwarna.. Semoga kelak kita dapat berjumpa di panggung yang lebih besar kawan... ^_^

Access.Net Laboratory 2011/2012

Ini keluarga saya lagi di bandung, sudah banyak asam, manias pahit terlewati... Berkat merekalah, hari-hariku di Bandung selama menempuh studi di IT Telkom terasa lebih berwarna.. Semoga kelak kita dapat berjumpa di panggung yang lebih besar kawan-kawan... :D

Life is an Adventure

Make Faraway technology so Close... We Can Do IT...!! Make a choice!!

Let's Face The World With Our Smile

Tersenyumlah pada dunia, kapanpun dan dimanapun. Tanpa senyummu, hidup ini tak akan sempurna kawan...

Tampilkan postingan dengan label FreeBSD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FreeBSD. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Juni 2010

Mount partisi NTFS pada free BSD

Wah,, ada ilmu baru yang saya dapat nih....
mungkin kurang advanced, tetapi cukup berguna bagi saya pribadi.
AKhirnya saya dapat membaca partisi NTFS windows saya di freeBSD. Pada mulanya, saya memakai dual boot, windows dan free BSD. Saya cukup bingung jika ingin mengakses data-data di windows jika sedang menggunakan free BSD. Alhamdulillah akhirnya bisa juga..

Sebelumnya saya mau cerita sedikit... begini.... kalau di windows, saat kita menancapkan flashdisk atau hardisk external, secara otomatis akan terdeteksi dan tinggal buka saja. Kalau di free BSD lain lagi ceritanya. Kita harus me mount nya secara manual (bisa juga secara otomatis).
Nah karena itulah, kita memerlukan suatu folder tempat kita me-mount disk tersebut.

Langkah-langkahnya
1. Buat terlebih dahulu folder untuk lokasi mountnya.
Disini saya membuat folder di /mnt , dan saya beri nama folder tersebut disk.
Jadi alamat lengkap lokasi mountnya adalah /mnt/disk/
2. Semua disk yang tertancap, akan terdeteksi di /dev/, jadi kita buka dulu folder /dev/
cd /dev
3. Perhatikan semua daftar isi pada folder /dev/ tersebut, kalau hardisk, biasanya diberi label ad0s1, ad0s2, ad0s3 ataupun lainnya. Di tempat saya, partisi windows diberi label ad0s1. Nah, saya akan me-mount partisi tersebut. caranya ketik
mount_ntfs /dev/ad0s1 /mnt/disk
maksud dari perintah tersebut adalah, kita me-mount ad0s1 ke folder /mnt/disk.
4. jadi sekarang kita dapat membuka partisi windows tersebut dengan masuk folder /mnt/disk
ketikkan cd /mnt/disk
lalu ketik ls
dan akan tampil daftar isi dari partisi windows tersebut.
5. kita akhiri dengan ucapan Alhamdulillah....

note : pada free BSD, disk dianggap sebagai suatu file. jadi dia dapat di mount dimanapun kita inginkan.

Setting alamat DNS client pada freeBSD

Untuk setting alamat DNS pada freeBSD, kita dapat melakukannya pada /etc/resolve.conf
Pada mulanya, saya kebingungan untuk melakukan setting pada resolve.conf tersebut, karena resolve.conf hanya muncul jika kita menggunakan IP secara DHCP.
Nah untuk yang tidak ada resolve.conf, kita dapat membuatnya sendiri dengan cara

touch resolve.conf (untuk membuat file dengan nama resolve.conf)

dalam resolve.cof tersebut, kita isi dengan tulisan

search isp.com
nameserver 202.134.0.155 (alamat preferred DNS server kalau di windows)
nameserver 202.130.196.5 (alamat alternate DNS server kalau di windows)

nameserver dapat diisi maksimal tiga saja..
search isp.com dimaksudkan untuk mencari pada service provider tempat DNS server berada.
ini biasanya untuk yang memakai koneksi internet rumahan.
Yah mungkin hanya sekian ilmu yang saya dapat hari ini,,
saya akhiri dengan ucapan Alhamdulillah.....
Saya hanyalah makhluk yang beruntung dengan diberikannya ilmu ini....
semoga bermanfaat juga untuk yang membutuhkan.. terima kasih...

Kamis, 10 Juni 2010

Menambah Hardisk baru di FreeBSD

  1. Secara fisik hard disk [IDE termasuk SATA] yang akan ditambahkan sudah terpasang dengan benar di komputer FreeBSD yang diinginkan yang sebelumnya hanya menggunakan satu hard disk IDE [ad0].
  2. # edit /var/run/dmesg.boot Langkah ini untuk melihat apakah hard disk baru yang ditambahkan bisa dikenali oleh sistem FreeBSD kita. Pada langkah-langkah selanjutnya, di sini diasumsikan bahwa hard disk baru dikenali sebagai ad1
  3. # dd if=/dev/zero of=/dev/rad1 bs=1k count=1 Langkah ini men-clear-kan hard disk baru
  4. # fdisk -BI ad1 Langkah ini untuk menginisialisasi hard disk baru yang ditambahkan
  5. # bsdlabel -B -w -r ad1s1 auto lalu # bsdlabel -e ad1s1 Langkah ini untuk melabeli
  6. # mkdir -p /hd2 Langkah ini membuat direktori /hd2 untuk menampung mounting dari partisi hard disk baru nantinya
  7. # newfs /dev/ad1s1e Langkah ini memformat partisi baru
  8. # mount -t ufs /dev/ad1s1e /hd2 Langkah ini untuk melakukan mounting partisi /dev/ad1s1e yang telah dibuat pada point 7 ke direktori /hd2 yang dibuat pada point 6
  9. # edit /etc/fstab Tambahkan baris berikut :

    /dev/ad1s1e /hd2 ufs rw 1 1

    agar pada booting berikutnya FreeBSD Anda bisa mengenali penambahan hard disk baru ini dan kita tinggal menggunakannya di /hd2

  10. Untuk hard disk tipe SCSI ganti ad dengan da

Setting Gateway di FreeBSD

Seperti halnya pada linux untuk setting gateway kita menggunakan perintah route add. Jika kita ingin menambah gateway ke 192.168.1.1 kita masukkan dengan route add default 192.168.1.1 :

labjar# route add default gw 192.168.1.1

Dengan demikain mesin kita telah mengarah ke 192.168.1.1. Untuk menghapusnya kita ganti perintah add dengan del Untuk melihat tabel routing yang ada pada mesin, dengan perintah netstat -nr, berikut tabel routing pada mesin saya :

labjar# netstat -nr
Routing tables

Internet:
Destination Gateway Flags Refs Use Netif Expire
default 192.168.1.1 UGS 0 6317689 sis0
10.1.9.0/27 link#2 UC 0 0 rl0
10.1.9.1 00:19:21:42:c4:56 UHLW 1 21743 rl0 238
10.1.9.2 00:19:21:4e:67:7d UHLW 1 31164 rl0 1055
10.1.9.4 00:1e:90:7d:6b:05 UHLW 1 26 rl0 292
10.1.9.6 00:1e:90:79:a7:8b UHLW 1 42012 rl0 459
10.1.9.13 00:13:02:43:5c:86 UHLW 1 5935 rl0 994
10.1.9.14 00:1f:3a:0b:e4:62 UHLW 1 447 rl0 800
10.1.9.27 00:14:85:fa:c2:97 UHLW 1 1309 rl0 1071
10.1.9.30 00:1c:f0:bb:39:ba UHLW 1 106 lo0
10.10.10.0/24 192.168.1.8 UGS 0 0 sis0
127.0.0.1 127.0.0.1 UH 0 1507 lo0
192.168.1.0/28 link#1 UC 0 0 sis0
192.168.1.1 00:1c:f0:bb:18:fe UHLW 2 20 sis0 1198
192.168.1.2 00:14:85:fa:c2:ba UHLW 1 10 lo0
192.168.1.3 00:15:58:ae:b3:c9 UHLW 1 1532 sis0 1193

Internet6:
Destination Gateway Flags Netif Expire
::1 ::1 UHL lo0
fe80::%lo0/64 fe80::1%lo0 U lo0
fe80::1%lo0 link#4 UHL lo0
ff01:4::/32 fe80::1%lo0 UC lo0
ff02::%lo0/32 fe80::1%lo0 UC lo0
labjar#

Untuk default gateway kita bisa menambahkannya pada rc.conf. Kita tambahkan baris defaultrouter=”192.168.1.1″ dengan demikian kita tidak perlu mensetting gateway pada saat komputer restart.

Bagaimana untuk menambah multi route pada mesin kita, sama seperti halnya kita memberikan default gateway tadi tapi dengan memberikan opsi tambahan. Misal kita ingin menambahkan route untuk network 10.10.10.0/24 dengan gateway 192.168.1.3. Secara umum perintah yang di perlukan adalah route add -net [ip] -gateway [gtway] :

labjar# route add -net 10.10.10.0/24 -gateway 192.168.1.8

Dengan demikian maka jika pada network local kita ingin meminta request ke network 10.10.10.0/24 maka akan diarahkan ke gateway 192.168.1.8. Ini biasanya dipake untuk menguhubungkan antara lab satu dengan lab yang lainnya, dimana tiap lab memilki network yang berbeda.

Agar pada waktu direstart rule2 tadi tidak menghilang, kita tulis saja rule tadi pada rc.local

Dikutip dari tulisan mas Danphi

(Berhubung saya masih newbie.. jadi kbnyakan tulisan disini adalah kutipan.... dan sebagai rasa hormat saya, tiap kutipan akan selalu saya cantumkan nama pemiliknya)

Setting IP pada freeBSD

Sebelum kita menyeting ip, mari kita ketik dahulu ipconfig pada konsol, maka disitu akan keluar list dari lan card yang ada pada komputer kita. Berikut ifconfig pada komputer saya :

labjar# ifconfig
em0: flags=8843 metric 0 mtu 1500
options=8
ether 00:14:85:fa:c2:ba
inet 192.168.1.2 netmask 0xfffffff0 broadcast 192.168.1.15
media: Ethernet autoselect (100baseTX )
status: active
rl0: flags=8843 metric 0 mtu 1500
options=8
ether 00:1c:f0:bb:39:ba
inet 10.1.9.30 netmask 0xffffffe0 broadcast 10.1.9.31
media: Ethernet autoselect (100baseTX )
status: active
plip0: flags=108810 metric 0 mtu 1500
lo0: flags=8049 metric 0 mtu 16384
inet6 fe80::1%lo0 prefixlen 64 scopeid 0×4
inet6 ::1 prefixlen 128
inet 127.0.0.1 netmask 0xff000000
labjar#

Tidak seperti pada linux, dimana ethernet dikenali dengan eth0, eth1, dst. Kalo di freeBSD dikenal berdasarkan vendornya, pada komputer saya diatas menggunakan em0 (menggunakan sis) dan rl0 (Dlink), Kalo lancard dlink lebih dari satu maka akan dikenali sebagai rl0, rl1 , dst. Untuk mensetting IP pada sis0 kita gunakan sintak : ifconfig [interface] inet [ip] netmask [ntmask], contoh:

labjar# ifconfig em0 inet 192.168.1.2 netmask 255.255.255.240

Dengan perintah diatas maka interface sis0 telah mendapat ip. Untuk memberi IP dhcp kita gunakan perintah /sbin/dhclient [interface]

labjar# /sbin/dhclient em0

Untuk memberikan IP alias kita hanya perlu manambahi opsi -alias pada belakang perintah tersebut.

labjar# ifconfig em0 inet 202.134.0.155 netmask 255.255.255.248 -alias

Jika menggunakan perintah diatas, jika sebuah komputer di restart maka ip yang telah kita setting tadi akan menghilang. Maka dari itu ada cara kedua untuk menyeting ip yaitu kita edit file /etc/rc.conf, yaitu dengan menambah opsi ifconfig_em0=”inet 192.168.1.2 netmask 255.255.255.248″ , untuk setting dhcp kita gunakan ifconfig_em0=”dhcp” , untuk memberikan ip alias gunakan perintah ifconfig_em0= “inet 202.130.210.196 netmask 255.255.255.248 -alias”.

labjar# ee /etc/rc.conf


^[ (escape) menu ^y search prompt ^k delete line ^p prev li ^g prev page
^o ascii code ^x search ^l undelete line ^n next li ^v next page
^u end of file ^a begin of line ^w delete word ^b back 1 char
^t begin of file ^e end of line ^r restore word ^f forward 1 char
^c command ^d delete char ^j undelete char ^z next word
L: 1 C: 1 =====================================================================

# — sysinstall generated deltas — # Mon Jun 16 17:50:01 2008
# Created: Mon Jun 16 17:50:01 2008
# Enable network daemons for user convenience.
# Please make all changes to this file, not to /etc/defaults/rc.conf.
# This file now contains just the overrides from /etc/defaults/rc.conf.
defaultrouter=”192.168.1.1″
inetd_enable=”YES”
gateway_enable=”YES”
hostname=”labjar.net”
ifconfig_rl0=”inet 10.1.9.30 netmask 255.255.255.224″
ifconfig_em0=”inet 192.168.1.2 netmask 255.255.255.240″
keymap=”us.iso”
linux_enable=”YES”
sshd_enable=”YES”

Setelah kita mensetting lalu kita save dengan menekan esc satu kali lalu tekan a.

Dikutip dari tutorial mas Danphi

(Terimakasih mas Danphi atas tutorialnya.... saya sangat terinpirasi dan terbantu)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites